Benarkah Yesus tidak pernah berbuat dosa?

Cobalah simak ayat Alkitab berikut ini :

“Ketika Yesus masih berbicara dengan orang banyak itu, ibunya dan saudar-saudarnya berdiri di luar dan berusaha menemui dia. Maka seorang berkata kepadanya : “Lihatlah, ibumu dan saudara-saudaramu ada di luar dan berusaha menemui engkau.” Tetapi jawab Yesus kepada orang yang menyampaikan berita itu kepadanya : “Siapa ibuku? Dan siapa saudara-saudaraku?” Lalu katanya, sambil menunjuk ke arah murid-muridnya : “Ini ibuku dan saudara-saudaraku! Sebab siapapun yang melakukan kehendak Bapaku di sorga, dialah saudaraku laki-laki, dialah saudaraku perempuan, dialah ibuku.” (Mat 12:46-50)

Ayat di atas memberikan kesan bahwa Yesus menganggap ibunya adalah sebagai orang yang tidak melakukan kehendak Bapanya (Allah) di surga. Ini merupakan pelecehan terhadap ibunya sendiri sebagai seorang yang tidak taat.

Ucapan Yesus tersebut bertentangan dengan nasihatnya sendiri dalam ayat-ayat Perjanjian Baru seperti di bawah ini:

“Kata Yesus: “hormatilah ayahmu dan ibumu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” (Mat 19:19)

“Hormatilah ayahmu dan ibumu seperti yang diperintahkan kepadamu oleh Tuhan, Allahmu, supaya lanjut umurmu dan baik keadaanmu di tanah yang diberikan Tuhan, Allahmu, kepadamu.” (UI 5:16)

Sebagai umat Islam, kami tidak yakin bahwa Yesus berani mengatakan terhadap ibunya yang telah melahirkannya seperti yang tertulis pada Injil Markus 12:46-50 di atas tadi. Tidak mungkin Yesus berbuat kesalahan sefatal itu apalagi terhadap orang yang melahirkan dan membesarkannya. Yang salah pasti si penulis Injil tersebut, bukan Yesus!

Al Qur’an justru berbicara sebaliknya, yaitu Nabi Isa sangat memuliakan ibunya, bahkan Nabi Isa mambela ibunya ketika ibunya dituduh sebagai seorang wanita berbuat zinah.

Perhatikan ayat-ayat Al Qur’an surat 19 Maryam 27-34 sebagai berikut:

“Maka Maryam membawa bayi itu kepada kaumnya dengan menggendongnya. Mereka berkata, : Hai Maryam, sesungguhnya engkau telah melakuka suatu perkara besar.” (QS. 19 Maryam 27)

“Hai saudara perempuan Harun,[902] ayahmu bukanlah seorang laki-laki jahat dan ibumu bukan seorang perempuan yang berbuat serong.” (QS. 19 Maryam 28)

“Maka Maryam mengisyaratkan kepada anaknya. Mereka berkata, “Bagaimana kamu berbicara dengan bayi yang masih dalam buaian?” (QS. 19 Maryam 29)

“(Bayi)  berkata, “Sesungguhnya aku adalah hamba Allah. Allah memberiku kitabdan menjadikan aku seorang nabi. (QS. 19 Maryam 30)

“Dan Dia menjadikan aku orang yang diberkati di mana saja aku berada. Dan Dia memerintahkan aku shalat dan zakat selama aku hidup.” (QS. 19 Maryam 31)

“Dan berbuat baik kepada ibuku dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka.” (QS. 19 Maryam 32)

“Dan keselamatan atasku pada hari aku dilahirkan dan pada hari aku wafat dan pada hari aku bangkitkan hidup kembali.” (QS. 19 Maryam 33)

“Demikianlah (kejadian) Isa putera Maryam. Itulah perkataan yang benar yang mereka meragukannya.” (QS. 19 Maryam 34)

Ayat-ayat tersebut melukiskan bagaiman Al Qur’an membela tuduhan terhadap nabi Isa (Yesus) dan ibunya Maryam. Sekarang marilah kita lihat, bagaiman Al Qur’an menempatkan Maryam ibunya nabi Isa as sebagai berikut:

“Dan ingatlah ketika malaikat berkata, “Hai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilih engkau, mensucikan dan melebihkan engaku atas sekalian perempuan yang ada di dalam alam (pada masa itu).” (Q.S. 3 Ali Imraan 42)

Ayat tersebut melukiskan batapa Al Qur’an sangat meuliakan Maryam. Bahkan dalam Al Qur’an ada surat Maryam, sementara dalam Alkitab, tidak dijumpai nama surat Maryam. Satu-satunya kitab suci yang mengabadikan dan memuliakan ibunya nabi Isa as (Maryam) melebihi dari sekalian perempuan hanyalah Al Qur’an.

Kemudian pada ayat Injil Markus 5:1-14 seperti berikut ini, jika kita baca dengan cermat, dan menggunakan logika, akan kita temukan kesalahan yang ditimpakan kepada Yesus:

“Lalu sampailah mereka di seberang danau, di daerah orang Gerasa. Baru saja Yesus turun dari perahu, datanglah seorang yang kerasukan roh jahat dari pekuburan menemui dia. Orang itu diam di sana dan tidak ada seorang pun lagi yang sanggup mengikatnya, sekalipun dengan rantai, karena sudah dibelenggu dan dirantai, tetapu rantainya diputuskannya dan belenggunya dimusnahkannya, sehingga tidak ada seorang pun yang cukup kuat untuk menjinakkannya. Siang malam ia berkeliaran di pekuburan dan di bukit-bukit sambil berteriak dan memukuli dirinya dengan batu. Ketika ia melihat Yesus dari jauh, berlarilah ia mendapatkan-Nya, dan dengan keras ia berteriak: “Apa urusanmu dengan aku, hai Yesus, Anak Allah Yang Maha Tinggi? Demi Allah, jangan siksa aku!  Karena sebelumnya Yesus mengatakan kepadanya : “Hai engkau roh jahat! Keluar dari orang ini!” (Markus 5:1-8)


“Kemudian Ia bertanya kepada orang itu: “Siapa namamu? Jawabnya : “Namaku Legion, karena kami banyak.” Ia (roh jahat) memohon dengan sangat supaya Yesus jangan mengusir roh-roh itu keluar dari daerah itu. Adalah di sana di lereng bukit sejumlah besar babi sedang mencari makan, lalu roh-roh itu meminta kepadanya, katanya: “Suruhlah kami pindah ke dalam babi-babi itu, biarkanlah kami memasukinya!” Yesus mengabulkan permintaan mereka. Lalu keluarlah roh-roh jahat itu dan memasuki babi-babi itu. Kawanan babi yang kiranya dua ribu jumlahnya itu terjun dari tepi jurang  ke dalam danau dan mati lema sdi dalamnya. Maka larilah penjaga penjaga babi itu dan menceritakan hal itu di kota dan di kampung –kampung sekitarnya. Lalu keluarlah orang untuk melihat apa yang terjadi.
(Markus 5:9-14)

Setelah kita baca dan simak dengan seksama jalan ceritanya, maka timbul pertanyaan sebagai berikut:

  • Siapakah yang membunuh 2000 ekor babi ternak tersebut?
  • Jika Yesus itu Tuhan, mengapa dia tidak menggunakan kekuasaannya mengusir roh jahat itu tanpa harus mengorbankan ternak orang  sebanyak itu?
  • Apakah membunuh binatang yang dipelihara atau diternak orang sebayak 2000 ekor tidak berdosa?
  • Jika Yesus  mengajarkan “kasih”, kenapa Yesus lebih kasih kepada si roh jahat ketimbang pemilik ternak.
  • Siapakah yang bersalah dalam hal auat peristiwa tersebut; Yesus, peternak babi, ataukah si roh jahat?
  • Siapakah yang bersalah dalam hal atau peristiwa tersebut, si peternak babai itu atau si roh jahat, ataukah Yesus?

Mungkin ada sebagian umat Kristiani yang beranggapan bahwa dalam peristiwa tersebut terlihat betapa hebatnya Yesus. Bayangkan saja kehebatannya, dimana dia bisa memindahkan roh-roh jahat itu dalam sekejap ke babi-babi sebanyak 2000 ekor.

Padahal, jika kita membacanya dengan seksama, justru di sinilah tanpa mereka sadari bahwa Yesus telah ditempatkan :

  • Yesus lebih sayang kepada roh jahat daripada peternak babi.
  • Yesus telah dikibuli oleh roh jahat karena mngabulkan permintaannya.
  • Yesus telah membuat kerugian besar terhadap peternak babi.
  • Yesus tidak punya kuasa mengusir roh jahat tanpa mengorbankan ternak orang.
  • Yesus tidak kasihan melihat babi yang tidak bersalah itu mati perlahan-lahan dalam danau.
  • Yesus tidak menunjukkan akhlak yang mulia dengan meminta maaf pada si peternak babi, karena telah mebuat ternaknya yang begitu besar jumlahnya 2000 ekor mati sekaligus.

Jika mau jujur, dari jalan cerita tersebut jelas sekali terlihat bahwa Yesus telah melakukan kesalahan cukup besar yang pantas disebut sebagai perbuatan dosa. Tetapi bagi ummat Islam, Yesus (Nabi Isa) tidak berdosa dan tidak pernah sekalipun dia melakukan hal-hal yang tidak terpuji sehingga membuatnya berdosa. Di dalam Al Qur’an sebelumnya sudah dinubutkan oleh Allah Swt, bahwa ibunya Siti Maryam akan melahirkan eseorang anak laki-laki yang suci. Perhatikan ayat Al Qur’an sebagai berikut :

“(Jibril) berkata, “Aku hanyalah utusan Tuhanmu untuk memberikan kepadamu seorang anak laki-laki yang suci.” (Q.S. 19 Maryam 19)

Bahkan dalam ayat lain Allah mamberikan kesaksian bahwa Isa As (Yesus) adalah dekat dengan-Nya dan termasuk salah satu orang yang terkemuka di dunia dan akherat, sebagaimana firman-Nya:

“(Ingatlah) ketika malaikat berkata, “Hai Maryam, sesungguhnya Allah menberi kabar gembira kepada engkau  dengan perkataan (perintah)[195] dari Allah, namanya Almasih Isa putera Maryam, seorang yang terkemuka di dunia dan di akhirat dan salah  seorang daripada orang-orang yang dekat (kepada Allah).” (Q.S. 3 Ali “Imraan 45)

Semua nabi sejak dari nabi Adam sampai dengan nabi Muhammad saw, termasuk nabi Isa as (Yesus), pasti mereka termasuk orang-orang yang dipilih oleh Allah, dan semuanya pasti terkemuka di dunia dan di akherat serta dekat denga Allah.  Sebagi orang pilihan yang dekat dengan Allah, tentu setiap perbuatan mereka selalu dikontrol Allah. Jadi sangat tidak mungkin nabi Isa as (Yesus) melakukan hal-hal yang tidak terpuji apalagi menjurus kepada suatu perbuatan yang membuatnya berdosa. Jadi dalam hal ini, penulis Alkitablah yang salah, bukan nabi Isa atau Yesus!!

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Benarkah Ismael tidak berkenan di hadapan Allah melainkan Ishak saja?

Memang jika kita baca hanya potongan nyatanya saja, maka jelas sekali akan terkesan bahwa permohonan Abraham kepada Allah akan keberadaan anaknya yang pertama Ismail, ditolak oleh Allah. Dalam brosur berwajah Islam yang mereka edarkan hampir di seluruh pelosok tanah air yang berjudul “Iman dan taat kepada Shirataathal Mustaqiim” dengan sengaja mereka memuat hanya potongan ayat Alkitab saja, agar terkesan bahwa leluhur keturunan nabi kita Muhammad Saw tidak diterima, ditolak oleh Allah.

Kami kutip kembali potongan ayat Alkitab dalam brosur berwajah Islam yang disengaja dan direkayas agar terkesan bahwa Ismael (leluhurnya nabi Muhammad) ditolak keberadaannya oleh Allah.

“Ah sekiranya Ismael diperkenaankan kepada hidup dihadapanMu! Tetapi Elohim berfirman: Tidak…(Kej 17:18-19)

itulah salah satu bentuk kecurangan mereka yang benar-benar disengaja agarr terlihat bahwa keturunan Abraham melalui Hagar, tidak direstui bahkan ditolak mentah-mentah oleh Allah. Tetapi kalau kita jeli dan teliti membaca dalam Alkitab jalan ceritanya tidak demikian! Tidak ada penolakan Allah akan keberadaan Ismael (leluhurnya Muhammad Saw) dan tidak ada penolakan Allah akan permohonan Abraham tentang anaknya Ismael! Selaki lagi tidak ada! Jalan ceritanya dalam Alkitab yang kami kutip apa adanya secara utuh dibawah ini:

“Selanjutnya Allah berfirman kepada Abraham: “Tentang isterimu Sarai, janganlah engkau menyebut dia lagi Sarai, tetapi Sara, itulah namanya. Aku akan memberikatinya, dan daripadanya juga Aku akan memberikan kepadamu seorang anak laki-laki, bahkan Aku akan memberkatinya, sehingga ia menjadi ibu bangsa-bangsa akan lahir dari padanya.” Lalu tertunduklah Abraham dan tertawa serta berkata dalam hatinya : “Mungkinkah bagi seorang yang berumur seratus tahun dilahirkan seorang anak dan mungkinkah Sara yang telah  berumur 90 tahun itu melahirkan seorang anak?” dan Abraham berkata kepada Allah : “Ah, sekiranya Ismail diperkenankan hidup di hadapan-Mu!” tetapi Allah berfirman: “Tidak, melainkan istrimu Saralah yang akan melahirkan anak laki-laki bagimu, dan kau akan menamai dia Ishak, dan aku akan mengadakan perjanjian-Ku dengan dia menjadi perjanjian yang kekal untuk keturunannya. (Kej 17:15-19)

Setelah kita baca secara utuh ayat-ayat Alkitab di atas itu, jelas sekali bahwa Allah sama sekali tidak menolak akan permohonan dari nabi Ibrahim kepada-Nya dan demikian juga akan keberadaan Ismail benar-benar tidak ditolak Allah. Maka makna sesungguhnya dari jalan cerita ayat-ayat tersebut adalah sebagai berikut :

Pada saat itu Sara, istri Abraham yang pertama tidak punya anak. Untuk  itu Allah berjanji melalui Abraham bahwa dia akan tetap memberikan keturunan seorang anak kepada Sara walaupun umur Sara sudah sembilan puluh tahun dan Abrahan sudah seratus tahun.

Sebagai manusia biasa, dan dalam hati Abraham merasa kurang yakin pakah bisa memperoleh anak yang usianya kakek-kakek dan tua renta seratus tahun, sementara istrinya Sara nenek berumur sembilan puluh tahun.

Karena pada saat itu Abraham sudah punya anak laki-laki yang bernama Ismail maka atas keraguannya karena merasa tidak mungkin bisa memperoleh anak dalam usia yang sudah sangat tua, dia berkata kepada Allah bahwa biarlah, kan dia sudah punya anak Ismail. Tetapi Allah tetap akan memberikan anak walaupun umur mereka sudah tua. Dan terbukti Sara mengandung dan melahirkan seorang anak yang bernama Ishak.

Nah, dari jalan cerita tersebut, jelas sekali bahwa Allah tidak menolak keberadaan Ismail, tetapi Allah tetap bersikeras akan memberikan  seorang anak kepada Sara dan Abraham walaupun mereka sudah lanjut usia.

Tetapi kerana hanya potongan ayat yang mereka tampilkan dalam brosur mereka, maka terkesan seolah-olah permohonan Abraham benar0benar ditolak oleh Allah.

Kalau kita baca ayat-ayat Alkitab tadi dalam versi terjemahan bahasa Indonesia 1941 ternyata sudah dirobah sedemikian rupa pada Alkitab tahun 1941 ini, tidak ada kata-kata permohonan Abraham dengan kata “Ah” pada ayat 18 dan penolakan Allah dalam kata “Tidak” pada ayat ke-19. Perhatikan bunyi ayat-ayat di bawah ini, dibandingkan dengan bunyi ayat Alkitab terbitan tahun yang baru, seperti yang kami kutip duluan tadi, kita akan temukan perbedaan yang mencolok akan perobahan yang terjadi pada ayat-ayat tersebut :

Kejajian 17:15-19 (ejaan lama terbitan 1941) berbunyi

(15) Dan lagi firman Allah kepada Ibrahim, maka akan hal Sarai, istrimoe itoe djangan lagi engkau panggil namanja Sarai, melainkan Sara itoelah akan namanja.

(16) Karena akoe akan memberi berkat kepadanja serta daripadanja djoega akoe akan menganoegerahkan se’orang anak laki-laki kepadamoe; bahkan akoe akan memberi berkat kepadanja, sehingga ija akan djadi asal beberapa bangsapon akan berpentjaran dan daripadanja.

(17) Maka pada masa itoe soedjoedlah Ibrahim dengan moekanja sampai ka boemi sambil tertawa, lalu berkata ija dalam hatinja : “Bolehkah djadi kanak-kanak bagai sa’orang jang soedah seratoes tahoen oemoernja? Bolihkan Sara jang soedah sambilan poeloeh tahoen oemoernja itoe lagi beranak?

(18) Maka sembah Ibrahim kepada Allah : “ja Toehan, bijar  apalah   Ismail sahadja hidoep di hadapan hadiratMoe.

(19) Maka firjman Allah, bahwa sasoenggoehnja Sarah, istrimoe itoe, beranak kelak bagaimoe laki-laki sa’orang, hendaklah engkau namai akan dia Ishak; maka Akoe akan menegoehkan perdjandjiankoe dengan dia, ija-toe soeatoe pardjandjian jang kekal, serta dengan anak-boeahnja jang kemoedian dari-padanja.

Setelah kita membaca dan membandingkan ayat-ayat Alkitab versi baru dan versi lama, maka sangatlah jelas bahwa setiap Alkitab dicetak ulang, selalu mengalami perobahan-perobahan yang sangat berarti.

Perobahan pada ayat-ayat yang berhubungan dengan Ismail sebagai leluhurnya nabi kita Muhammad Saw tersebut, akan sangat mempengaruhi pemahaman bagi umat Kristiani untuk mendiskreditkan umat Islam, apalagi jika ayat-ayatnya sengaja dipotong-potong.

Jika Allah dalam Alkitab punya sifat lemah seperti kita manusia yang suka membedakan seseorang satu dengan lainnya, tentulah dia bukanlah Allah yang sepatutnya kita puji dan sembah setiap hari.

Menrut pandangan Islam, Allah berlaku adil terhadap semua hamba-hamba-Nya. Jadi tuduhan sebagian umat Kristen terhadap leluhurnya nabi Muhammad Saw (Ismail dan ibunya Siti Hajar) sama sekali tidak beralasan.

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Benarkah Keturunan Hagar Tidak di Berkati?

Marilah kita lihat jawaban Alkitab di bawah ini atas tuduhan mereka terhadap Hagar dan kerturunannya,apakah diberkati oleh Allah atau tidak! Biarlah ayat-ayat Alkitab yang memberi jawaban atas pertanyaan tersebut.

“Lagi kata malaikat Tuhan itu kepadanya : “Aku akan membuat sangat banyak keturunanmu, sehingga tidak dapat dihitung karena banyaknya.” Selanjutnya kata malaikat Tuhan itu kepadanya : “Engkau mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan akan menemaninya Ismael, sebab Tuhan telah mendengar tentang penindasan atasmu itu.” (Kej 16:10-11)

Tentang Ismael, Aku telah mendengarkan permintaanmu; ia akan kuberkati, kubuat beranak cucu dan beranak banyak; ia akan memperanakkan 12 raja, dan Aku akan membuatnya menjadi bangsa yang besar.” (Kej 17:20)

Kedua ayat Alkitab mereka sendiri justru menjelaskan bahwa Hagar dan Ismael ternyata benar-benar diberkati oleh Allah. Sekarang bagaimana anak keturunan dari Ismael (leluhurnya nabi Muhammad Saw), apakah mereka itu diberkati juga atau tidak? Simak ayat-ayat dibawah ini.

“Anak-anak Abraham aialah Ishak dan Ismael. Inilah keturunan mereka : anak sulung Ismail ialah Nebayot, lalu Kedar, Adbeel Mibsam…..” (1Taw 1:28-29)

“Segala kambing domba Kedar akan berhimpun kepadamu, domba-domba jantan Nebayot akan tersedia untuk ibadahmu; semuanya akan dipersembahkan diatas mezbah-Ku, dan akau akan menyemarakkan rumah keagungan-Ku’. (Yes 60:7)

Kedua ayat diatas ini membuktikan behwa anak keturunan Ismael juga diberkati oleh Allah SWT, buktinya persembahan anak-anak keturunan Ismael berkenan dan diterima oleh Allah.

Bahwa menurut Yes 60:7 tadi, Allah berfirman bahwa korban anak keturunanImael yaitu Kedar dan Nbayot berupa persembahan diatas mezbah-Nya dan ibadah mereka, berkenan dan akan meyemarakkan rumah keagungan –Nya (surga). Subhanallah…Maha Suci Allah yang telah memberikan informasi yang paling berharga bagi anak-anak keturunan Ismael (Leluhurnya Nabi Muhammad Saw).

Bukti lainya, tadi dalam Alkitab Taurat Musa, Kej 17:20, dikatakan bahwa Tentang Ismael, Aku telah mendengarkan permintaanmu; ia akan keberkati, kubuat beranak cucu dan banyak ;ia akan memperanakkan dua belas raja, dan Aku akan membuatnya menjadi bangsa yang besar.

Terbukti lainnya bahwa anak keturunan Ismaeltelah menjadi bangsa yang besar serta beranak cucu yang sangat banyak serta diberkati Allah Swt. Dan janji Allah bahwa Dia akan memberikan atas keturunan Ismael dan dua belas raja, benar-benar terbukti. Perhatikan janji Allah dalam ayat Alkitab dibawah ini:

“Inilah keturunan Ismael, anak Abraham, yang telah dilahirkan baginya oleh Hagar, perempuan Mesir, hamba Sara itu.inilah nama-nama anak Ismail, disebut kan menurut urutan lahirnya : Nebayot, anak sulung Ismael, selanjutnya Kedar, Adbeel, Mibsan, Misyma, Duma, Masa, Hadad, Tema, Yetur, Nafish dan Kedma. Itulah anak-anak Ismael, dan itulah nama-nama mereka, menurut kampung mereka dan menurut perkemahan mereka, dua belas  orang raja, masing-masing dengan sukunya.” (Kej 25:12-16)

Dengan adanya bukti janji Allah tersebut, menambah deretan bukti-bukti kebenaran bahwa apa yang mereka tuduhkan sama sekali tidak beralasan. Terbukti bahwa Allah benar-benar menepati janji-Nya Keturunan Ismael, sebab apa yang keluar dari mulut-Nya pasti tidak akan Dirobah-Nya, sebagaimana Firman-Nya dalam Alkitab Mazmur (Zabur) sebagai berikut:

“Aku tidak akan melanggar perjanjian-Ku, ada apa yang keluar dari bibirku tidak akan kuubah.” (MZM 89:35)

Bagaimana Al Qur’an berbicara tentang Ismael? Cobalah kita simak ayat-ayat Al Qur’an sebagai berikut :

“Dan (ingatlah berita) Ismail, Idris, dan Zulkifli; masing-masing adalah orang yang sabar.” (Q.S.21 Al Anbiyaa’ 85).

“Dan ingatlah (berita) Ismail, Ilyas dan Zulkifli. Semuanya termasuk orang-orang yang terbaik.” (Q.S. 38 Shaad 48).

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Benarkah Hagar lebih rendah dibanding Sara istri pertama Abraham?

Untuk menjawab pertanyaan ini biarlah saya ambil dari Alkitab, untuk membuktikan bahwa tuduhan mereka pada dasarnya tidak beralasan, selain ketidak sukaan terhadap Islam.

“Sebab Tuhan, Allahmu lah segala Allah dan Tuhan segala Tuhan, Allah yang besar, kuat dan dasyat, yang tidak memandang bulu ataupun menerima suap,” (UI 10:17).

“Sebab ia tidak memandang hina atuapun merasa jijik kesengsaraan orang yang tertindas, dan ia tidak menyembunyikan wajah-Nya kepada orang itu, dan mendengar ketika orang itu berteriak tolong kepada-Nya. (MZM 22:25).

“Lalu mulailah Petrus berbicara, katanya : “ Sesungguhnya aku telah mengerti, bahwa Allah tidak membedakan orang. Setiap orang dari bangsa manapun yang takut akan dia dan yang mengamalkan kebenaran berkenan kepada-Nya. (Kis 10:34-35)

“ Barang siapa berbuat kesalahan, ia akan menanggung kesalahannya itu, karena Tuhan tidak memandang orang.” (Kol 3:25)

Ternyata dalam Alkitab ada ayat-ayat Tuhan yang masih dapat dipercaya untuk membantah tuduhan miring terhadap Hagar. Keempat ayat tersebut itu, membuktikan bahwa Tuhan tidak membeda-bedakan orang. Ini membuktikan bahwa tuduhan buruk terhadap Hagar (Siti Hajar) hanyalah berdasarkan ketidaksukaan terhadap keturunannya yang melahirkan Ismael sebagai leluhurnya Nabi kita Muhammad Saw yang membawa ajaran Islam.

Jawaban tersebut sesuai dan selaras dengan ayat Al Qur’an Surat 49 Al Hujuraat ayat 13 yang berbunyi :

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

“…Inna akramakum ‘Indallahi atqaaakum…”

“Sesungguhnya semulia-mulianya kamu di sisi Allah ialah yang paling bertaqwa.

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

PASKA(H)

Pesta Paskah Kristen adalah erat hubungannya dengan Pesta Paskah Yahudi. Pesta Paskah Yahudi dirayakan pada malam 14 dan 15 dari bulan Nisan. Asal mulanya pesta terang bulan atau lebih nyata pesta pertanian/peternakan di mana para petani mengorbankan roti yang dibuat dari gandum yang baru dipanen dan para penggembala mengorbankan anak dombanya yang baru diperolehnya. Mungkin kebiasaan upacara ini diwarisi dari penduduk aseli dari Kanaan yang kafir. Kemudian Bani Israil memberi arti lain atas pesta ini, arti tarikhi: peringatan keluarnya Bani Israil dari Mesir (kira-kira 1230 S.M.).

Bahasa Ibrani: PASAK, dan dari kata ini menjadi PESAKH, PASKA. Periksalah tentang upacara Yahudi di Bijbel: Kitab Keluaran 12 dan 13 yang dirayakan sebagai pesta-perumahan di antara keluarga, sedangkan menurut Kitab Ulangan 16 ayat 1 – 8 pengorbanan Paska diadakan di tempat suci, di Bait-Allah di Yerusalem. Sesudah kota suci Yerusalem dibinasakan (586 S.M.) upacara korban ditiadakan sedang upacara lain masih diadakan. Cuma sekta Samaritan yang melanjutkan upacara korban dan lain-lain secara tradisionil di bukit Gerizim.

Orang Nasara kuna memperingati bangkitnya Kristus pada tanggal 14 Nisan. Kebiasaan ini berubah pada kira-kira tahun 250, karena terdesak oleh perayaan kafir yang biasa diselenggarakan di Roma. Dalam hubungan ini, Pendeta Dr. A. Powell Davies15 menulis, bahwa dewa Attis, anak dewi Cybele, pada suatu hari dalam bulan Maret yang dikenal sebagai “Day of Blood (Hari Darah),” berupa patung dan tidak lagi diperankan oleh seorang manusia, diikat di sebuah pohon di mana ia “mengeluarkan darah” hingga mati, hal mana bersamaan dengan Jum’at-Agung-nya (Sucinya) orang Nasara. Darah itu sebetulnya berasal dari para imam yang menusuk lengannya dengan pisau sambil menari-nari laksana orang kesurupan. Ada kalanya beberapa orang dari mereka itu mengkebirikan dirinya, perbuatan mana diketahui oleh Paulus sebagai ternyata dari suratnya kepada orang Galatia (Gal. V: 12). Pada petang hari patung itu dibakar, entah di tanah (misalnya di Roma), atau di liang kubur. Kalau hari-hari berduka-cita sudah lewat, dikatakan bahwa dewa Attis telah bangkit kembali dari matinya, dan patungnya dikeluarkan dari kubur. Sekarang datang waktu gembira yang bersamaan dengan Paskahnya orang Nasara, tetapi dengan perayaan yang liar dan sering kali dengan mabuk-mabukan. Upacara ini yang tiba di Roma sebelum tarikh Masehi, berasal dari Phrygia di Asia Kecil (Anadol) dan hubungan-hubungannya dengan kisah mati dan bangkit kembali dari Yesus adalah begitu terang bagi orang Kristen kuna seperti bagi pembaca yang modern.

Bangkitnya dewa Attis sama saja dengan bangkitnya dewa Osiris, Dionysos, Tammuz, Adonis, semua dewa penebus-dosa, dan dewi Isis, ibunya dewa Horus, adalah seperti semua “mater dolorasas.” Patungnya Isis dan Horus tak dapat dibedakan dengan patungnya Maria dan Yesus. Kenyataan ini dikuatkan dengan penemuan pada waktu katedral St. Peter di Roma diperbesar di tahun 1608 dan 1609. Tulisan-tulisan tentang Cybele dan puteranya Attis, penebus dosa, dan Isis serta puteranya Horus-Orisis yang disembah sebagai dewa yang bangkit kembali dari matinya. Sampai di sini dikutip dari buku pendeta tersebut di atas.

Menurut keputusan dari Konsili Nikea pada tahun 325 pesta bangkit harus dirayakan pada hari Ahad sesudah tanggal 14 Nisan. Ini adalah sekalian pesta tahun baru yang dihubungkan dengan ciptaan dunia oleh Sang Putera Yesus. Upacara-upacara pada pesta Paskah yang datang kemudian berasal dari pesta-pesta orang kafir. Berabad-abad Pesta Paskah dirayakan selama 8 hari, dan mulai tahun 1094 diperpendek hingga 3 hari. Pesta Paskah jatuhnya pada hari Ahad pertama sesudah bulan purnama, jadi secepat-cepatnya antara tanggal 22 Maret dan 25 April.

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

ANEKA BUKTI DARI BIBLE BAHWA YESUS ADALAH HAMBA ALLAH DAN BUKAN SEKUTUNYA

YESUS DAN SYAITAN DALAM BIBLE ————————————————————

Dalam MATIUS 4:6 dan 7 jelaslah diterangkan bahwa Yesus itu taat dan Allah adalah Rab dan Tuhan menurut sabdanya dalam ayat 7: “Telah tersurat pula: janganlah engkau mencobai Allah Tuhanmu.” Dalam fasal itu kita baca bahwa Iblis membawa Al-Masih dari tempat ke tempat … Bagaimana Iblis dapat membawa-bawa Tuhan? Mahasuci Allah; Ia adalah di atas segala fitnah (blasphemy).

Kemudian Iblis memerintah Yesus menyembah sujud kepadanya, lebih lagi membujuk dengan sekalian kerajaan serta kemuliaan dunia … Bagaimana Iblis sampai berani mengemukakan keberanian yang demikian kepada Khaliknya?…, dan sesungguhnya ketika Iblis menghendaki Yesus melaksanakan aneka perintahnya, Yesus menjawab dan bersabda bahwa telah tersurat (dalam Kitab-kitab yang terdahulu): “Hendaklah engkau menyembah Allah Tuhanmu, dan beribadah hanya kepadaNya saja.” (Matius 4 10) …  

ANAK-ANAK ALLAH ————————————————————

Yesus belum pernah menamakan dirinya “Putera Allah” (sejauh saya mengetahuinya), tetapi beliau biasanya menamakan dirinya “Anak-manusia” (Lihat Markus 2:1), dan walaupun beliau mendengar orang-orang memanggilnya “Putera Allah” dan menurut Bible, tidak berkeberatan, beliau tidak menganggap bahwa panggilan itu bukan semata-mata bagi dia sendiri, karena memang istilah Perjanjian Lama dan Baru itu, yakni “Putera Allah,” untuk orang yang taqwa dan salih … begitu pula dalam Matius 5:59 kita baca: “Berbahagialah segala orang yang mendamaikan orang, karena mereka itu akan disebut anak-anak Allah” … dan dalam Matius 5:45: “Supaya kamu menjadi anak-anak Bapamu yang disurga;” Yahya 1:12 – “… kepada mereka itulah diberinya hak akan menjadi anak-anak Allah, yaitu kepada segala orang yang percaya akan namanya.”

Dan dalam Lukas 3:38 menamakan Adam, I-Tarikh 28:6 menamakan Soleiman, Lukas 3:22 menamakan Yesus, Keluaran 4:22 menamakan Israel dan Yermia 3:9 menamakan Efrayim: “anak Allah,” ada kalanya “anak Sulung Allah.” Dalam Rum 8:14 tertulis: “Karena seberapa banyak orang yang dipimpin oleh Roh Allah, maka itulah anak-anak Allah.” Dalam I Yahya 3:10- “Di dalam hal ini telah nyata segala anak Allah dengan Iblis” …

Ayat-ayat terakhir ini jelas menafsir istilah yang diwariskan dari orang Yahudi, “Anak Allah” secara kias (allegorical).  

ALLAH SANG BAPA ————————————————————   MATIUS 5:48: “Sebab itu hendaklah kamu ini sempurna, sama seperti Bapamu yang di surga sempurna adanya.” … Matius 6:1 ” … jikalau demikian, tiadalah kamu mendapat pahala dari pada Bapamu yang di surga.” … Matius 7:21 – “Bukannya tiap-tiap orang yang menyeru Aku, Tuhan, Tuhan akan masuk ke dalam kerajaan surga; hanyalah orang yang melakukan kehendak Bapaku yang di surga.” (N.B. Disini dipersamakan Kristus dengan Allah). Nyatalah dari saduran-saduran tersebut dalam Bible bahwa istilah “Bapa” di banyak tempat digunakan untuk Allah dan tak pernah semata-mata untuk Al-Masih (Yesus) … Matius 11:25 – “Pada waktu itu berkatalah Yesus demikian: Ya Bapa, Tuhan Langit dan Bumi. Aku memuji Engkau sebab Engkau melindungkan perkara ini dari pada orang budiman dan berpengetahuan, dan menyatakan dia kepada kanak-kanak” …  

YESUS YANG BERDOA ————————————————————   MATIUS 14:23 – “Setelah sudah disuruhkannya orang banyak itu pulang, Ia pun naik ke atas gunung hendak berdoa (pray).” Jika Yesus adalah Tuhan atau sebagian dari Tuhan, maka kenapa beliau berdoa? Sebenarnya, berdoa itu selalu merupakan suatu permohonan dari seseorang yang menyerahkan diri, karena memerlukan dan bergantungan kepada belas-kasihan dari Tuhan Yang Maha Kuasa.  

KISAH BIBLE ————————————————————   MATIUS 15:22 -28 – “Maka adalah seorang perempuan Kanani datang dari jajahan itu, serta berteriak, katanya: “Ya Tuhan, ya Anak Daud, kasihankanlah hamba; karena anak hamba yang perempuan dirasuk setan terlalu sangat.” Tetapi sepatah kata pun tiada jawaban oleh Yesus kepada perempuan itu. Maka datanglah murid-muridnya meminta kepadanya: “Suruhlah perempuan itu pergi, karena ia berteriak-teriak di belakang kita.” Maka jawab Yesus, katanya: “Tiadalah Aku disuruhkan kepada yang lain hanya kepada segala domba yang sesat dari antara Bani Israil.” Maka datanglah perempuan itu sujud menyembah Dia, katanya: “Ya Tuhan, tolonglah hamba.” Tetapi jawab Yesus, katanya: “Tiada patut diambil roti dari anak-anak, lalu mencampakkan kepada anjing.” Maka kata perempuan itu: “Benarlah, ya Tuhan, tetapi anjing itu pun makan segala remah-remah yang jatuh dari atas meja tuannya.” Lalu jawab Yesus, serta berkata kepadanya: “Hai perempuan, besarlah imanmu; jadilah bagimu sama seperti engkau kehendaki.” Maka sembuhlah anaknya yang perempuan itu pada ketika itu juga.

Dalam kisah tersebut di atas ada beberapa hal yang tidak dapat diterima dan patut dicatat:

1. Kurang belas-kasih dan cinta-kasih dituduhkan kepada Yesus.

2. Beliau pun dituduh membeda-bedakan dengan merendahkan suku lain dan mengagungkan sukunya sendiri.

3. Beliau juga dituduh menyombongkan keturunan sukunya, dengan menyamakan suku-suku lain sebagai “anjing.”

4. Seorang perempuan jahiliyah dan musyrikah berdebat dengan beliau dan menang.  

YESUS SEORANG NABI TUHAN ————————————————————   MATIUS 19: 16, 17 – Maka tiba-tiba datanglah seorang kepadanya, serta berkata: “Ya Guru, kebajikan apakah patut hamba perbuat, supaya beroleh hidup yang kekal?” Maka kata Yesus kepadanya: “Apakah sebabnya engkau bertanya kepadaku dari hal kebajikan? Ada Satu yang baik, yaitu Tuhan. Tetapi jikalau engkau mau masuk kepada hidup, turutlah hukum-hukum itu.” Dari ayat-ayat tersebut, kita perhatikan pengakuannya tentang penyerahan dirinya, taatnya kepada Tuhan.

MATIUS 21:45, 46 – “Apabila kepala-kepala imam dan orang Parisi itu mendengar segala perumpamaannya, maka diketahuinya bahwa mereka itu sendiri yang disindirkannya. Maka tatkala mereka itu mencari jalan hendak menangkap Dia, datanglah takut mereka itu akan orang banyak, karena orang banyak itu menilik Dia seorang nabi.”

Ini sebetulnya ada satu dari pada aneka bukti melawan mereka yang percaya akan Ketuhanan Yesus (Penjelmaan Tuhan, the incarnation of God). Jika mereka ingin merenungkan saja.  

YESUS SEORANG HAMBA ALLAH ————————————————————   MATIUS 23:8 – “Tetapi janganlah kamu ini dipanggil orang “Guru Besar” karena Satu sahaja Guru kamu kendatipun Kristus, maka kamu sekalian ini bersaudara” Di sini jelaslah terbukti bahwa Yesus adalah hamba Allah, dan hanya ada satu guru, yaitu Dia adalah Allah (Terjemahan Inggeris lebih terang dari pada saduran dalam bahasa Indonesia).

MATIUS 23:9 – ,,Dan janganlah kamu memanggil “Bapa” akan barang seorang pun di dalam dunia ini, karena Satu sahaja Bapa kamu, yaitu yang ada di surga.” Dari ayat ini kita dapat mengerti bahwa “bapa dan anak” hanya mengandung maksud akan hubungan Tuhan dan para hambaNya dalam makna umum, dan bukannya hanya bagi Yesus. Matius 24:36 – “Tetapi akan hari dan ketikanya tiada diketahui oleh seorang juapun, meskipun malaekat yang di surga atau anak itu, melainkan hanya Bapa sahaja.” Dengan lain kata, pengetahuan Yesus tidak sempurna seperti halnya dengan lain-lain orang, dan hanya Allah Yang Maha Mengetahui. Matius 26:39 – “Maka berjalanlah Ia (Yesus) ke hadapan sedikit, lalu sujudlah Ia berdoa, katanya: “Ya Bapaku, jikalau boleh, biarlah kiranya cawan ini lepas dari padaku …”

Teranglah bahwa Yesus tidak mengetahui kehendak Ilahi, dan kita melihat bahwa beliau adalah seorang hamba Allah, dan semata-mata Allah-lah yang dapat menyebabkan perubahan …  

PENGHIMPUNAN DARI BIBLE ————————————————————   MATIUS 27: 7, 8 – “Lalu bersepakatlah mereka itu membeli dengan uang itu sebidang tanah tukang periuk, akan menjadi tempat pekuburan orang keluaran. Itulah sebabnya tanah itu dinamakan Tanah Darah, hingga hari ini.” … Dari kedua ayat ini kita mengerti bahwa Perjanjian Baru tidak ditulis sewaktu hayatnya Yesus, tetapi lama setelah timbulnya aneka kejadian tersebut dan sekedar perkara-perkara itu diputarbalik teringat pada orang-orang … Matius 27:46 – “Maka sekira-kira pukul tiga itu berserulah Yesus dengan suara yang nyaring: “Eli, Eli, lama sabachtani” artinya: ,,Ya Tuhanku, Ya Tuhanku, apakah sebabnya Engkau meninggalkan aku?” …

Penerimaan orang Nasara Yesus yang berteriak kata-kata tersebut sedangkan beliau lagi disalib, merupakan satu penghinaan besar baginya, karena kata-kata itu hanya dapat diucap oleh orang yang tidak percaya Tuhan. Selanjutnya, tidak bisa dipercaya bahwa kata-kata demikian datangnya dari seorang Nabi, karena Allah tidak pernah ingkar janjinya dan para Nabi semua tahu benar akan hal ini.

YESUS PENDAKWA KEESAAN TUHAN ————————————————————   YOHANES 17:3 – “Inilah hidup yang kekal, yaitu supaya mereka itu mengenal Engkau, Allah yang Esa dan Benar, dan Yesus Kristus yang telah Engkau suruhkan itu.” … Markus 12:28 – 30 – “Maka datanglah seorang ahli Torat; setelah didengarnya bagaimana mereka itu berbalah-balah sedang diketahuinya bahwa Yesus sudah memberi jawab yang baik, lalu ia pula menyoal Dia, katanya: “Hukum yang manakah dikatakan yang terutama sekali? Maka jawab Yesus kepadanya: “Hukum yang terutama inilah: Dengarlah olehmu, hai Israil, adapun Allah Tuhan kita, ialah Tuhan yang Esa; maka hendaklah engkau mengasihi Allah Tuhanmu dengan sebulat-bulat hatimu, dan dengan segenap jiwamu, dan dengan sepenuh akal-budimu, dan dengan segala kuatmu”: ini merupakan rukun yang pertama … Markus 12:32 – “Lalu kata ahli Torat kepadanya: “Ya Guru, amat benarlah segala kata Guru, bahwa Allah itu Esa adanya, dan tiada yang lain, melainkan Allah” Markus 12:34 – “berkatalah Yesus kepadanya: “Engkau tiada jauh lagi dari pada kerajaan Allah” … Dari ayat-ayat ini, Yesus menyaksikan bahwa Tuhan adalah Allah yang Esa, tiada ada lain dari Allah, dan siapa saja yang percaya akan Ke-EsaanNya, maka ia dekat dengan kerajaan Allah. Oleh karena itu siapa yang menyekutukan Tuhan dengan sekutu-sekutu atau percaya akan Trinitas, ia jauh sekali dari Kerajaan Allah, dan siapa yang jauh dari Kerajaan Allah ia adalah musuh Allah … Matius 24:36 – “Tetapi akan hari dan ketikanya tiada diketahui oleh seorang juapun, meskipun malaekat yang di surga atau Anak itu, melainkan hanya Bapa sahaja.” (Cf. Quran 33:63).

Ayat tersebut menyatakan bahwa Yesus tunduk kepada Allah dan bahwa beliau tidak ada bagiannya dalam Ketuhanan dan sangkaan bahwa beliau adalah penjelmaan Allah merupakan satu bid’ah dari orang-orang Kanaan … Yahya 20:16-18 – “Lalu berkatalah Yesus kepada Maryam; Maka berpalinglah Maryam sambil sembahnya dengan bahasa Ibrani: “Rabbuni” artinya Guru. Maka Yesus pun bersabda kepadanya: “Janganlah engkau menyentuh aku, karena belum aku naik kepada Bapa, tetapi pergilah engkau kepada segala saudaraku, dan katakanlah pada mereka itu: Aku naik kepada Bapaku dan Bapamu, dan kepada Tuhanku dan Tuhanmu. “Maka pergilah Maryam Magdalena dan mengkhabarkan kepada murid-murid itu, katanya: “Aku sudah berjumpa dengan Tuhan. Dan lagi katanya kepada mereka itu bahwa ia sudah mengatakan segala perkara itu kepadanya.” … Dari cerita di atas, Yesus jelas menyaksikan bahwa Allah adalah Allahnya dan Allah mereka, tidak membedakan sedikitpun antara beliau dan mereka dalam melaksanakan ibadat terhadap Allah yang Esa. Siapa yang percaya bahwa Yesus Kristus adalah Allah membuat sesungguhnya suatu fitnah (blasphemy) terhadap Allah, dan mengkhianati Al-Masih dan semua para Nabi dan Rasul Allah …

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Natal

Pada zaman purba pendewaan matahari lazimnya terdapat di negara-negara yang kebudayaannya sudah agak tinggi. Matahari sebagai sumber cahaya dan sumber hidup. Dewa matahari Amaterasu di Jepang, dewa matahari di Tiongkok, Quetzalcoatle di Mexico dan di Peru.

Dewa Apollo atau Dionysus di antara orang Yunani (Griek), Hercules di antara orang Romawi, Mithra di antara orang Iran (Persia), Adonis dan Atis di Syria dan Phrygia (Anadol), Osiris, Isis dan Horus di Mesir, Baal Samus dan Astarte di antara orang Babil (Babylonia) dan Karthago, dan seterusnya. Semua dewa matahari ini dilahirkan sekitar tanggal 25 Desember dari seorang dara di sebuah gua, dan dinamakan Pembawa-Terang, Perantara, Juru-Selamat, Pembebas, dan sebagainya.

Mithraism, sebagai diakui oleh St. Jerome, lambat-laun terdesak di Roma dan Alexandna (Iskandaria) oleh Christianity. Tertullian membenarkan kenyataan bahwa Mithraism lenyap sesudah Gereja mengambil alih warna-warni dari Mithraism.

Selanjutnya Tertullian berkata bahwa ulama di zamannya menganggap sama Mithraism dengan Christianity kecuali dalam soal nama.

Padri Farrar dalam karangannya “Life of Christ” berkata bahwa tidak ada hujah yang memuaskan untuk menetapkan kelahiran Yesus pada tanggal 25 Desember. Bijbel diam dalam hal ini, walau mengkisahkan di Lukas 2:8 “Maka dijajahan itu pun ada beberapa orang gembala, yang tinggal di padang menjaga kawan binatangnya pada waktu malam.” Hal ini memustahilkan menerima 25 Desember sebagai tanggal kelahirannya Yesus (Natal), karena bulan Desember adalah puncaknya musim hujan di Palestina, ketika mana tidak terdapat kawan binatang atau gembala di waktu malam pada padang Bethlehem.

Semula Natal dirayakan pada tanggal 6 January (Epiphany), tetapi pada tahun 353 – 354 Paus Liberius merubahnya jadi 25 Desember. Tidak ada tanda-tanda perayaan Natal sama sekali hingga abad ke IV. Baru pada tahun 534 oleh mahkamah Hari Natal dan Epiphany dihitung “Dies Non.”

Gereja Griek hingga kini merayakan Natal pada tanggal 7 Januari. Baru pada kira-kira tahun 533 seorang rahib Scythia bernama Dionysius Exiguus, ketua biara dan ahli nujum di Roma, ditugaskan untuk menetapkan tanggal dan tahun kelahiran Yesus. Beliau tidak memberi alasan-alasan yang menguasakan ia untuk menetapkan 25 Desember sebagai hari Natal, tetapi tanggal yang pasti itu adalah tanggal yang diduganya dari kelahiran kebanyakan dewa-dewa matahari. Dewa matahari Mithra dilahirkan pada tanggal 25 Desember. Osiris, dewa matahari orang Mesir, dilahirkan pada tanggal 27 Desember. Dewa matahari Horus dan Apollo pada tanggal 28 Desember.

Adapun tahun yang ditetapkan oleh rahib Dionysius Exiguus tersebut, pada abad ke IX ternyata bahwa rahib itu keliru beberapa tahun, dan diakui bahwa Herodes wafat tahun 4 S.M. Menurut Injil karangan Matius 2:16 raja Herodes, untuk melenyapkan kemungkinan Yesus menjadi “raja sekalian Yahudi,” menitahkan agar dibunuh sekalian anak-anak berumur 2 tahun dan di bawah. Jadi tahun kelahiran Yesus harus dimundurkan sekurang-kurangnya sampai 4 S.M. Kini, para sarjana, memilih tahun 5 atau 6 S.M. sebagai tarikh yang lebih cocok dengan kisah dari Injil-injil yang saling bertentangan. Beberapa ahli sejarah mengundurkan sampai tahun 8 dan 10 S.M.14

Meskipun demikian, tiap Muslim, percaya akan Nabi Isa a.s. dan Injilnya, boleh turut merayakan Maulid Isa al-Masih, dan wajib mengundang setiap orang bukan-Muslim untuk turut merayakan maulid Nabi Muhammad s.a.w. sebagai tabligh agar mereka mengenal Islam.   Natal yang artinya maulid, kelahiran, seperti dalam istilah Dies Natalis (Hari Kelahiran), adalah satu dari kata-kata, misalnya: sekolah, gereja, keju, mentega, dan sebagainya yang bahasa kita warisi dari bangsa Portugis yang beragama Katolik Roma dan yang mulai datang ke negeri kita pada akhir abad XV

Jelaslah bahwa Natal adalah Hari Kelahiran Yesus Kristus yang diperingati dan dirayakan di gereja-gereja dan rumah-rumah. Diperingati oleh orang Kristen yang salih dengan pujaan-pujaan dan doa-doa, dengan saling memberi hadiah, dan sebagainya. Dirayakan di tempat-tempat dansa dan bar-bar dengan meminum minuman-minuman keras oleh awam yang acuh tak acuh terhadap agamanya.

Sebagaimana perayaan kegerejaan lain, juga Natal menggantikan perayaan orang kafir (jahil). Hari lahir yang sebetulnya dari Yesus yang nama asalnya Yesyua, dan Arabnya Isa, tidak ada yang mengetahui. Pada zaman itu bukan kebiasaan orang awam mencatat hari lahir atau hari wafatnya seseorang. Keluarga Yesus adalah orang-orang sederhana, dan murid-muridnya adalah nelayan, dan tidak biasanya dapat membaca atau menulis.

Bani Israil, yakni orang Yahudi, menggunakan penanggalan qamariyah (maanjaar, lunar year), bukannya tahun syamsiyah (zonnejaar, solar year).

Semula kedatangan Yesus di muka bumi (Epiphany) dirayakan pada tanggal 6 Januari. Di beberapa negara, diantaranya di Armenia, kelahiran Yesus masih saja dirayakan pada tanggal itu.

Digesernya ke tanggal 25 Desember adalah karena pengaruh dari penanggalan Romawi, yang menyebut tanggal itu “dies invicti solis” yang artinya “hari dari tuhan (dewa) matahari (Mithras) yang telah dikalahkan.” Yesus di-umpamakan sebagai “matahari kebenaran” dan “cahaya dunia.” Tanggal 25 Desember adalah hari kelahiran Mithras, yang asalnya dewa matahari Iran yang kemudian dipuja di Roma. Hari minggu disebutnya juga Zondag, Sunday, Sonntag, hari matahari, hari gereja, pengganti hari Sabtu.

Juga ada yang berpendapat bahwa Natal itu adalah pengganti dari hari raya Romawi “Saturnalia” (dari 17 sampai 20 Desember), atau pengganti dari perayaan Jerman kuna “Joel” (biasanya 12 hari lamanya, dan pada masa itu harus damai benar-benar tak boleh diganggu), dan pendapat ini karena banyaknya upacara-upacara yang bersamaan: roti Joel jadi roti Natal (kerstbrood).

Hari Natal pada tanggal 25 Desember untuk pertama kalinya dirayakan di tahun 354 di Roma dan di tahun 375 di Konstantinopel dan di tahun 387 di Antakia (Antiochie). Bak makanan sapi, palungan (crib, kribbe) dengan anak Yesus yang ditempatkan di gereja waktu perayaan Natal mulai pada abad VIII, dan penempatan kribbe di rumah-rumah, sesudah St. Franciscus dari Assisia merayakan malam Natal di hutan Grecio pada abad XIII

Upacara-upacara yang terbanyak berasal dari adat pada zaman jahiliyah seperti pemberian hadiah, “hulst” semacam semak atau pohon yang selama-lamanya hijau (ilex aquifolium), ranting dari pohon mare (viscum album) buat mengusir setan atau arwah jahat dari istal, dan pohon Natal (Kerstboom), ialah pohon yang diperelok dengan hiasan dan lilin atau lampu-lampu.

Suasana, pada saat Yesus dilahirkan, yang dilukiskan di Injil karangan Lukas 2, tidak cocok dengan keadaan yang sebenarnya, karena di Palestina dalam musim itu tidak layaknya ada orang gembala di padang pada waktu malam. Juga sensus yang dititah Kaisar Agustus tak dapat dipertanggung jawabkan dari sudut sejarah.

Ringkasnya, perayaan Natal adalah suatu syncretism, percampuran, dimana unsur-unsur fiction (rekaan) dan kafir ada lebih banyak dari unsur-unsur sejarah.

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar