Yesus Diberkahi oleh /dengan Roh Kudus.

The “Virgin Birth”

Gereja memakai konsep Kelahiran dari gadis sebagai upaya kuat untuk mendukung konsep “Anak Tuhan”. Ajaranya adalah: Karena Yesus tidak mempunyai ayah manusia, ayahnya pasti Tuhan di Surga, dengan demikian dia adalah anak tuhan”. Argumen sederhana untuk melawan tsb adalah mengemukakan argumen tentang Adam. Menurut Genesis, Adam tidak punya ayah atau ibu, sehingga dia adalah juga anak Tuhan. Dan memang Adam menurut Injil adalah Anak Tuhan:

“Adam the son of God” #34
(Adam Anak Tuhan) (Luke 3:38)

Dengan demikian karena kita keturunan Adam, apakah kita juga berhak disebut sebagai anak-anak Tuhan? Memang demikaian , kita semua adalah anak-anak Tuhan seperti disebut dalam Injil:

“Kita semua adalah anak-anak Tuhan” #35 (Romans 8:16)

“Kamu semua adalah anak dari Tuhan yang Hidup.” #36 (Hosea 1:10)

“Diberkahi bagi orang-orang yang membuat perdamaian dan mereka adalahg anak-anak Tuhan” #37 (Mathew 5:9)

“Mereka yang dituntun oleh Rohnya Tuhan adalah Anak-anak Tuhan” #38 (Romans 8:14)

Apakah Gereja masih akan menyangkal ajaran Yesus bahwa kita adalah anak-anak Tuhan? Dan jika demikian maka Yesus pun mengatakan hal itu:

“I ascend to my father and your father, to my God and your God.” #39 (John 20:17) (Aku naik kepada Bapa-ku dan Bapa-mu, Tuhan-ku dan Tuhan-mu) (Yahya 20:17)

Penyaliban.

Banyak riset telah dilakukan tentang penyalipan Yesus. Apakah yesus benar-benar di salib? Apakah Yesus mati di atas salib? Merupakan pertanyaan-pertanyaan penting yang perlu dijawab. Orang-orang kristen tradisional yang hanya mengikuti kepercayaan, mempercayai bahwa Yesus disalib dan mati untuk mengambil dosa-dosa kita. Memang Injil memberikan bukti kuat bahwa Yesus disalib, namun Injil juga memberikan bukti kuat bahwa Yesus tidak mati disalib.

Kita membaca di Injil bahwa setelah Yesus ditangkap, atau mungkin sesaat sebelum ditangkap, Yesus memanjatkan Doa secara serius kepada Tuhan untuk menyelamatkan dia dari kematian:

“In the days of his earthly life, he offered up prayers, with loud cries and tears to God who was able to save him from death” #47 (Hebrews 5:7) (Pada hari-hari terahir kehidupanya di Bumi, Dia berdo kepada Tuhanya yang telah menyelamatkan dia dari kematian, sambil menagis keras dan mencucurkan air mata.)

Ayat ini merupakan ayat yang sangat penting yang menyatakan bahwa, begitu mendengar doanya Yesus, Tuhan lalu menyelamatkan dia dari kematian. Dengan kata lain Yesus tidak mati di atas salib. Gereja bisa saja mengatakan bahwa doa tsb di panjatkan Yesus kepada Tuhan semesta alam di dalam kuburan sebelum dia dibangkitkan. Namun hal ini bertentangan dengan kalimat “kehidupanya di bumi”. Kalimat ini menunjukan kehidupanya di muka bumi bukan mati di dalam kuburan.

Kesimpulan yang sama bisa ditarik dari kalimat terkenal di Psalms:

“Tuhanku-Tuhanku, mengapa engkau melupakan aku? Sejak Aku engkau jadikan dengan dilahirkan dari rahim ibuku. Engkau selalu menjadi Tuhanku, Janganlah Engkau menjauhiku karena bahaya telah mendekatiku, karena tidak ada seorangpun yang akan menolong. Karena aku telah dikelilingi anjing-anjing, karena orang-orang yang jahat telah mengepungku, tetapi Engkau, o Tuhan janganlah engkau tinggalkan aku “” Engkau telah menjawab do’a ku(Psalms 22)

Kalimat Engkau telah menjawab do’aku menunjukan bahwa Tuhan telah menolong Yesus dari kematian.

Ayat-ayat lain menyatakan bahwa Tuhan telah mengangkat Nyawa/Rohnya Yesus sebelum penyaliban dilaukan, shg yang disalib oleh pasukan Roma tidak lebih cuma jasad yang tidak bernyawa (seperti dlm keadaan koma sebelum mati) Pandangan yang menunjukan Tuhan maha penyayang ini di dukung oleh ayat-ayat lain sbb:

“Tetapi Engkau, Tuhan kasihanilah aku, dan angkatlah aku keatas, shg aku bisa mebalasnya “. Musuh-musuhku tidak menguasai aku”(Psalms 41:10-11)

kalimat angkatlah aku keatas shg musuhku tidak menguasai aku juga mendukung pernyataan bahwa Yesus diangkat keatas sebelum musuhnya menguasai dirinya.

Bukti lain yang menguatkan pandangan ini adalah ditemukanya sebuah Guci dari tanah merah pd th 1945 oleh seorang petani Mesir di desa “Nag Hammadi”, yang berisi 13 gulungan papyrus yang berisi tulisan apa yang sekarang terkenal dengan Injil Thomas. Arti penting dari Injil ini karena Injil ini bebas dari revisi dan sensor dari Orang-orang/Pemerintah Roma ortodox. Dalam cuplikan berikut Yesus berbicara sbg orang pertama:

(Aku tidak menyerah kepada mereka seperti yang mereka rencanakan “.. dan tidak pula aku mati secara sungguh-sungguh tetapi cuma nampaknya saja, biarkan aku dipermalukan oleh mereka “.. karena kematianku yang mereka sangka , sesungguhnya mereka dalam kesalahan dan dalam kebutaan, karena mereka sering mengirim orangya kekematian “.. ini bukan kasus yang seperti itu) ” #50 (The Holy blood and the Holy Grail, Baigent, Leigh and Lincoln p. 403)

Kalimat “aku tidak mati sungguh-sungguh” membenarkan bahwa Roh/Nyawa Yesus diangkat sebelum Yesus disalib.

Disisi lain, Injil Barnabas, bukan seperti 4 Injil lainya yang terkenal (Mathius, markus, Lukas dan Yohanes), merupakan Injil yang ditulis oleh orang yang hidup semasa nabi Isa /Yesus masih hidup. Barnabas dinyatakan dalam Injil dengan kalimat:

“Barnabas was a good man, full of the Holy Spirit and faith.” #51 (The Acts
11:24) (Barnabas adalah orang yang baik, penuh dengan iman dan Roh Kudus)

Yang menarik disini, walaupun Injil barnabas ini menyokong pendapat bahwa Yesus tidak mati di atas Salib, namun mengungkapkan interprestasi lain. Menurut Injil ini terjadi penggantian dimana Yudas di dimripkan seperti Yesus olah Tuhan, sehingga dia yang di tahan dan kemudian di salib oleh Orang Roma.

Di awal th 1907, terjemahan Injil Barnabas dlm bahasa Inggris di terbitkan oleh Oxford University Press, namun secara misterius semua cetakan terjemahan Injil ini menghilang dipasaran. Sekarang Injil Barnabas ini hanya tersisa dua buku yang satu tersimpan di British Museum dan yang satu di Perpustakaan Congress di Woshington.

Pentingnya perbedaan kata Rising/Kenaikan dan Resuraction/Kebangkitan:

Kenaikan Yesus bisa terjadi sewaktu Yesus masih hidup, shg dia diselamatkan, sedangkan kebangkitan , kita menemukan, bahwa tidak mungkin terjadi sebelum Yesus wafat terlebuh dahulu. Dari sudut pandang semua ayat yang menyatakan tentang kenaikan Yesus dan diselamatkanya dari kematian, bukti ini lebih menguatkan bahwa kenaikan Yesus oleh Tuhan adalah dalam keadaan hidup dengan maksud untuk menyelamatkan dari kematian.

Iklan

Tentang imanuddin87

muslim
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s