THE CREED OF NICAEA – Piagam Nicaea

“We believe in one God the Father, Almighty, maker of all things visible and invisible; and in one Lord Jesus Christ, the Son of God, begotten of the Father, only begotten that is, from the substance of the Father; God from God, light from light, Very God from Very God”..” #7 (The History of Christianity, a Lion handbook, p. 177).

Council tsb juga membuat keputusan untuk membakar semua gospel/versi Injil yang mengandung pertentangan dengan piagam diatas. Dengan keputusan yang demikian memiliki kitab yang memuat ajaran yang berbeda dengan yang telah disetujui oleh council merupakan tindakan yang melanggar hukum. Hasilnya adalah sebuah kesadisan maximum yang pernah terjadi pada umat manusia, pada tahun tahun itu jutaan umat Kristen dibantai dengan biadab, keji dan tanpa rasa perikemanusiaan oleh orang-orang pendukung Piagam Nicaea.

Untuk mengetahui implikasi lebih jauh dari Piagam tersebut, orang pasti akan bertanya dengan pertanyaan sbb:

Jika Yesus diciptakan dengan Zat yang sama dengan Zat Tuhan, seperti yang disebut dalam piagam, maka Yesus pasti juga Tuhan; dan jika Ia adalah Tuhan, apakah Ia merupakan Tuhan yang berbeda? Jika ya, maka berati ada dua Tuhan, tetapi Piagam tsb juga menyebutkan , Kita hanya percaya satu Tuhan. “We believe in one God” . Jika Yesus adalah tuhan yang sama dengan Tuhan, maka Dia pasti Tuhan itu sendiri. Kalau hal ini benar, bagaimana mungkin dia diturunkan (begotten), bukankah Tuhan itu abadi?

Dua kemungkinan diatas, yang mana kedua-duanya tidak masuk akal (Irasional), sangat bertentangan dengan Bible/ Injil.

Kemungkinan pertama, dimana Yesus adalah tuhan yang berbeda dengan Tuhan bertentangan dengan :

“The first of all the commandments is Hear, O Israel, the Lord our God is One.” #8 (Mark 12:29)

Kemungkinan kedua adalah bahwa Tuhan itu hanya satu dan datang ke dunia dalam bentuk manusia. Jika ini benar, dan karena Tuhan itu satu maka kita bisa menyimpulkan bahwa Tuhan dan Yesus itu Satu kesatuan bukan dua yang terpisah sendiri-sendiri, Namun hal ini tidak sesuai dengan banyak ayat Injil yang secara jelas menyebutkan bahwa Tuhan dan Yesus itu merupakan dua hal hidup yang berbeda.

Jika Tuhan turun ke Bumi sebagai manusia, orang tentu akan mengharapkan bahwa setelah mati dari kehidupanya di Bumi, dan ketika Dia pulang ke surga, Dia tentu akan menjadi satu bukan dua. Hal ini bertentangan dengan ayat di Injil:

“So then after the Lord had spoken unto them, he was received up into heaven, and sat on the right hand of God” #9 (Mark 16:19)

Ayat ini yang menyebutkan kejadian setelah Yesus diangkat ke surga, dengan jelas mengindikasikan bahwa Tuhan dan Yesus bukan satu yang sama, karena bagaimana mungkin Tuhan duduk di atas tangannya sendiri.

2- “””””and he often withdrew into the wilderness and prayed” #10 (Luke 5:16)

“And when he had sent the multitudes away, he went up on a mountain by himself to pray” #11 (Mathew 14:23)

Dua ayat diatas merupakan ayat yang sangat penting. Bagaimana mungkin Yesus itu Tuhan jika dia menyembah Tuhan seperti orang biasa. Kepada siapa dia berdoa?

Gereja bisa saja mengatakan bahwa Yesus hanya berdoa secara symbolis untuk mengajarkan bagaimana orang seharusnya berdoa. Namun argumen ini tidak bisa diterima karena kata “Wilderness” (tempat yang terpencil sunyi) dan kata “himself” (sendiri) menunjukkan waktu yang spesifik, bahwa Yesus melakukan berdoa sendirian. Dia tidak sedang melakukan pengajaran thd orang lain.

3- “and Jesus “””.for forty days in the wilderness was tempted by the devil” #12 (Luke 4:1)

Di dalam Injil juga bisa dibaca:
“God cannot be tempted by the devil” #13 (James 1:13)

Jika Tuhan tidak bisa kemasukan setan, dan Yesus kemasukan setan maka Yesus pasti bukan Tuhan.

4- Yesus sendiri menolak untuk disebut sebagai anak Tuhan pada beberapa kesempatan, Jesus himself refused to be called son of God on a number of occasions. Pada ayat yang tertulis dalam Injil dibawah ini, Yesus melarang orang yang memanggil dia sbg anak Tuhan, tetapi memilih dipanggil msbg seorang pembawa peringatan (Messiah).

“And devils came out of many, crying out and saying, “You are the son of God!” And he, rebuking them, did not allow them to speak, for they knew that he was the Messiah” #14 (Luke 4:41).

Penolakan Yesus untuk disebut sbg anak Tuhan dan memilih dipanggil sbg anak manusia biasa juga terjadi pada saat persidangan di Sanhedrian. Ketika dia ditanya bahwa dia mengklaim sbg anak Tuhan, dia menjawab:

“So you say. But I tell you this: from now you shall see the son of man seated at the right hand of God” #15 (Mathew 26:64) (in some Bibles the words “the words are yours” instead of “so you say”)

Pada banyak sekali kesempatan, Yeus memperkenalkan diri sbg seorang Nabi:

“A prophet is not without honour except in his home town and his own house” #16 (Mathew 13:57) (Mark 6:4) and (Luke 4:24) Seorang Nabi akan selalu dihormati, kecuali di Kota dan di Rumahnya sendiri.

Kita juga membaca:
“I must journey today, tomorrow and the day following for it cannot be that a prophet should perish outside of Jerusalem” #17 (Luke 13:33)

“This is the prophet Jesus” #18 (Mathew 21:11) ( Ini adalah seorang Nabi, Yesus)

Yesus juga mengatakan bahwa dia adalah utusan Tuhan:

“Whoever welcomes me welcomes the one who sent me. Whoever welcomes God”s messenger because he is God”s messenger will share in his reward.” #19 (Mathew 10:40)

“No messenger is greater than the one who sent him” #20 (John 13:16)

Pada ayat ini Yesus dengan jelas membedakan antara dirinya dan Yang mengutusnya. Perbedaan ini lagi dijelaskan pd ayat berikut

“And this is eternal life, that they may know you, the only true God, and Jesus Christ whom you have sent.” #21 (John 17:3)

Ayat ini dengan jelas menyebutkan tentang dua hal yang berbeda., dengan demikian mengatakan Yesus dan Tuhan itu satu sama dengan mengatakan bahwa ayat di Injil ini cuma bualan yang tidak ada artinya sama-sekali.

7- Di bagian-bagian lain di Injil, Yesus di katakan sebagai hamba Tuhan:

“Here is my servant whom I have chosen” #22 (Mathew 12:18)

“To you first, God having raised up His servant Jesus, sent him to bless you” #23 (The Acts 3:26).

Dua ayat diatas yang merupakan pelengkap Isaiah 42:1-4, menyatakan bahwa YESUS ADALAH HAMBA TUHAN dan BUKAN Tuhan itu sendiri.

Gereja biasanya mengatakan bahwa perkataan Nabi & Hamba hanya merupakan kata simbolis yang tidak bisa di telan atau diartikan sperti apa adanya. Argumen ini tentunya tidak apa-apa dan bisa diterima, asalkan diberlakukan untuk hal-hal penting yang lain.namun demikian kita bertanya, kenapa jika pd saat Injil menyebut “anak Tuhan” Gereja selalu memaksakan bahwa kalimat tsb harus diterima apa adanya!

Ayat-ayat yang menyatakan bahwa Yesus adalah seorang Nabi, seorang utusan Tuhan dan bahkan hambanya Tuhan, merupakan bukti kuat bahwa Yesus adalah manusia biasa, kecuali kalau Injilnya sendiri salah.

Yesus tidak pernah berpikir bahwa dirinya itu sempurna, dia menyatakan sendiri hal ini, karena dia mengetahui bahwa yang sempurna itu hanya lah Tuhan

“Why do you call me good? No one is good but one, that is God.” #24 (Mark 10:18) (kenapa kamu katakan bahwa aku sempurna? Tidak ada seorangpun sempurna kecuali satu, yaitu Tuhan)

Kalimat ini jelas sekali bukan diucapkan oleh orang yang merasa dirinya sbg Tuhan yang datang ke dunia sebagai manusia, bahkan dikalimat tsb Yesus dengan tegas membuat perbedaan antara dirinya dan Tuhan.

9- Didalam Injil TIDAK ADA satupun ayat yang menyatakan bahwa Yesus adalah Tuhan yang turun ke dunia, bahwa dia sempurna atau bahwa dia harus disembah. Namun Yesus malah kebalikanya menyuruh orang untuk menyembah Tuhan yang ada di Surga.

“You shall worship the Lord your God, and him only you shall serve” #25 (Luke
4:8) (kamu semua seharusnya menyembah Yang Maha Kuasa, Tuhanmu, dan hanya kepada-Nya kamu harus mengabdi)

Apakah Yesus Tuhan yang datang ke dunia dan tidak menyadari dirinya sendiri? Yang jelas ajaran tentang ketuhanan Yesus tidak pernah diajarkan oleh Yesus itu sendiri dan tidak berasal dari Injil, tetapi diadopsi lama setelah Yesus meninggal dunia/wafat.

Sebagai tambahan terhadap bukti dari perjanjian baru yang menetang ketuhanan Yesus di atas, dapat pula dikemukakan bahwa ketuhanan Yesus merupakan hal yang sangat bertolak belakang dengan ajaran Messiah/ juru selamat yang ada di perjanjian lama.

Yesus adalah seorang yahudi yang hidup dan menyembah Tuhan sesuai dengan Hukumnya Musa. Yesus sendiri mengatakan:

“Think not that I am come to destroy the law, I am not come to destroy, but to fulfil” #26 (Mathew 5:17-18) (Jangan berfikir bahwa aku datang untuk mengganti hukum yang ada, aku datang tidak untuk menghancurkan tetapi untuk melengkapi)

Kata melengkapi ditujukan oleh Yeus terhadap Kitab sucinya orang Yahudi.kitab ini mengajarkan akan datangnya sang Messiah /Juru selamat, raja orang Yahudi. Kita tidak mendapatkan ajaran yang menyatakan akan datangnya Tuhan dalam bentuk manusia atau orang suci anak dari Tuhan. Semua ajaran menyatakan akan datangya Raja Yahudi bukan Tuhan.

Iklan

Tentang imanuddin87

muslim
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s