Tentang Trinitas.

Tentang trinitas ini kita telah mengetahui bahwa tidak ada kata-kata tentang Trinitas di dalam Injil dan tidak pernah diajarkan oleh Yesus. Dengan pengetahuan ini, maka kita menjadi sangat heran kenapa konsep ini justru menjadi dasar yang sangat kuat di dalam ajaran Kristen sekarang ini. Jika menjadi seorang Kriasten berarti harus berpegang teguh thd ajaran Yesus, maka memegang teguh prinsip Trinitas yang sama sekali tidak pernah diajarkan oleh Yesus, tentunya bukan merupakan orang kristen yang sebenarnya.

Memang didalam Injil disebutkan tentang Bapa, Anak dan Roh Kudus seperti didalam Injil King James yang ditulis th 1611:

“For there are three that bear witness in heaven, the Father, the Word and the Holy Spirit and those three are one. And there are three that bear witness on earth; the Spirit the water and the blood, and these three agree as one.” #74 (First Epistle of John 5:7-8) (Mereka bertiga yang bersumpah di Surga, Bapa, Kalimatnya, dan Roh Kudus dan mereka bertiga adalah satu. Dan mereka bertiga yang bersumpah di muka Bumi, Roh air dan Darah, dan ketiganya setuju bahwa mereka adalah satu)

Namun demikian, kalimat: (Mereka bertiga yang bersumpah di Surga, Bapa, Kalimatnya, dan Roh Kudus dan mereka bertiga adalah satu” telah dihilangkan di Versi standard yang direvisi th 1952 dan 1971, serta di Injil-Injil lain seperti terbitan yang punya tambahan di dalam huruf yunani.

Ayat yang sama dalam Injil berbunyi:
“And it is the spirit who bears witness, because the spirit is truth. For there are three that bear witness, the spirit and the water and the blood, and the three are in agreement.” #75 (The American Standard Bible, First Epistle of John
5:7-8)

Di Injil Lain ayat yang sama:

“For there are three witness bearers, the spirit and the water and the blood, and the three are in agreement.” #76 (New World Translation of the Holy Scripture, First Epistle of John 5:7-8)

Lebih jauh, Konsep Trinitas menawarkan hal yang sangat tidak masuk akal ketika membicarakan Bapa sebagai sang pencipta, Anak sebagai Penebus dosa dan Roh sebagai sang Spirit as Sanctifier!Konsep tidak masuk akal ini yang membawa kita kpd kepercayaan bahwa Tuhan itu tiga dengan masing-masing fungsinya, tentunya sangat bertentangan dengan konsep bahwa Tuhan itu satu yang kekal tiada bandingya..

Konsep Trinitas dirumuskan oleh Athanasius (seorang yang keblinger dari Alexandria Mesir) #77 (The History of Christianity, a Lion Handbook, p.172-177). Rumusan ini kemudian diterima pd pertemuan Nicaea th 325 AD atau tiga abad setelah wafatnya Yesus. Sehingga tidak aneh jika Paganisme roma berpengaruh besar pd ajaran ini yaituTiga kesatuan Tuhan. (the Triune God). Hari Sabath yang jatuh jhari sabtu diganti hari Minggu, Kelahiran Anak-Tuhan yang bernama Mithra pd tgl 25 Desember dikenalkan sebagai hari lahirnya Yesus. Serta banyak ajaran tradisi yang kemudian di transfer menjadi ajaran Kristen, seperti penggunaan Lilin, incense and garlands. Tradisi-tradisi ini pada awalnya ditentang oleh Gereja karena merupakan simbol dari tradisi Jahiliah, namun sekarang hal ini menjadi hal yang lumrah.

Tradisi jahiliah yang diadopsi sebagai ajaran Kristen dan dsangat bertentangan dengan Injil adalah pengambilan pohon yang dihiasi untuk perayaan Natal. Didalam Injil disebutkan:

“For the customs of the people are in vain; for one cutteth a tree from the forest “””they decorate it with silver and Gold.” # 78 (Jeremiah 10:2-5)

Itulah beberapa konsep yang diadopsi ke agama Kristen dari tradisi jahiliah Roma, yang sama sekali tidak mempunyai dasar dari Injil.

Apakah Konsep Ketuhan Yesus merupakan penyelesaian Politik?

Untuk menganalisa alasan kenapa Gereja mau mengadopsi kosep ketuhanan Yesus pd waktu itu yaitu sesudah wafatnya Yesus, sementara semua Kitab menyatakan dengan tegas bahwa Yeus adalah seorang Nabi seperti yang diterangkan diatas, dan bahkan Yesus sendiri tidak pernah mengklaim ketuhanan itu sendiri, orang akan berpikir :

Pada waktu itu Gereja mempunyai tugas ganda . yang pertama sebagai lembaga yang menyediakan bimbingan keagamaan dan sebagai tempat orang untuk melaksanakan peribadatan. Dan yang kedua, Gereja terlibat dalam pemerintahan dan pengaturan tnegara. Agama dan politik waktu itu merupakan dua hal yang tidak terpisahkan. Seseorang yang berani menentang Gereja akan dengan kejam dihum.

Gereja sudah sangat menyadari tentang sejarah Israel, mengetahui bahwa banyak Nabi telah diturunkan dan berahir serta dilupakan orang. Gereja juga menyadari bahwa inti ajaran keimanan adalah figure dariYesus , maka untuk menjaga keberadaanya Gereja harus menjaga hubunganya dengan Yesus. Dengan demikian garansi agar Yesus tidak terlupakan shg Gereja tetap berkuasa, maka diciptakan konsep tentang Ketuhanan Yesus, karena sebagai seorang Nabi saja mungkin bisa dilupakan, tetapi sebagai tuhan tentu tidak pernak akan terlupakan. Sehingga jika Yesus diangkat sebagai figure tuhan, Gereja tentu tidak pernah akan kehilangan pengaruh dan authoritasnya.

Ketuhanan Yesus diadopsi bersamaan dengan konsep Trinitas yang merupakan bentuk rekonsiliasi dengan Penguasa Roma. Namun demikian jika ditanyakan bagaimana mungkin Tuhan itu satu tapi tiga atau sebaliknya, atau bagaimana mungkin Tuhan sebg Bapa dan sebagai anak pada waktu yang bersamaan, Gereja akan menjawab : “Percaya saja (beriman saja), itulah misterinya”. (“Just have faith!” and “That is the mystery of it!” Atau “Tutuplah matamu dan ikuti aku.”

Tidak perduli apakah itu masuk akal atau tidak selama kamu percaya apa yang mereka katakan. Tetapi tentu saja apapun konsepnya, jika berisi tentang sesuatu yang misterius dan tidak rasional , pasti mengandung suatu kesalahan pada intinya, karena kebenaran tidak pernah tidak masuk akal.

Secara sejarah, konsep Trinitas merupakan bentuk penyelewengan kitab suci, tidak bisa dipertanggungjawabkan secara filosofi, dan juga secara matematik merupakan konsep yang tidak bisa dimengerti dan salah.

Ajaran lain yang tidak pernah diajarkan oleh Yesus adalah ajaran tentang Dosa Asal. Menurut konsep ini kita semua harus memikul dosa yang dilakukan Adam . Dengan demikian kita semua terlahir dengan dosa bawaan yang harus kita tanggung. Ajaran ini yang mengklaim bahwa bayi yang baru lahir juga telah membawa dosa, bertentangan dengan ayat-ayat dlm injil tersebut diatas, yang menyatakan dengan tegas bahwa setiap orang bertanggung jawab terhadap apa yang dilakukan sendiri dan perbuatanya sendiri, dan tidak ada seorang pun yang akan menaggung dosa orang lain. Lebih parah lagi ajaran ini bertentangan dengan kalimat Yesus yang tertuang pd ayat berikut:

“Let the children come to me, and do not forbid them; for of such is the kingdom of heaven.” #94 (Mathew 19:14)

Karena di surga tidak ada dosa , dengan demikian anak-anak merupakan kerajaan surga, maka kita mengetahui bahwa anak-anak itu bebas dari segala macam dosa.

Ajaran tsb tidak pernah diajarkan oleh Yesus, tetapi merupakan tambahan ajaran yang dilakukan setelah Yesus wafat, dengan demikian hal ini menyebabkan suatu delima thd orang kristen yang mencoba melakukan reconsiliasi thd penerimaanya thd Perjanjian lama dan penolakanya thd Judaism (Ajaran agama Yahudi). Hal ini menjadi lebih terbukti jika kita mengikuti pertanyaan sbb:

Bagaimana mungkin Tuhan yang Tunggal spt disebut di Perjanjian lama tiba-tiba pd konsep Trinitas menjadi tiga tetapi satu?

Apakah Tuhan memang tiga tetapi satu sperti konsep itu ?, jika demikian kenapa pengetahuan semacam ini tidak pernah diajarkan kpd orang-orang Israel (Yahudi)? Bukankah didalam Perjanjian-lama diceritakan tentang Para Nabi dengan semua Kitab Sucinya yang berasal dari tuhan? Kenapa semua Nabi tsb selalu mengajarkan bahwa Tuhan itu Satu (Tunggal)? Apakah konsep Trinitas (Tiga tetapi satu) itu merupakan ajaran rahasia yang kemudian dengan tiba-tiba dimunculkan kepermukaan?.Barangkali karena pertanyaan-pertanyaan ini tidak pernah terjawab secara memuaskan, maka kita jangan heran jika mendapatkan Gereja-Gereja (di barat) sekarang ini selalu dalam keadaan kosong . Jangan heran jika gereja juga dituduh mempunyai kepercayaan ganda (Double think) yang oleh George Orwell kepercayaan ganda ini diterjemahkan sebagai::

(Kepercayaan ganda (double think) adalah kekuatan untuk meyakini dua macam kepercayaan yang bertentangan sekaligus, dan menerima kedua-duanya). #95 ( “1984”, George Orwell, page 220)

Akar masalah dari kepercayaan ganda ini adalah mempercayai konsep Trinitas (Tiga tetapi satu) dan KeEsaan Tuhan secara bersamaan. Kasus lain yang merupakan bukti dari kepercayaan ganda terlihat pd Artikel ke VII dari 39 artikal Church of England yang menyatakan : “Perjanjian Lama tidak bertentangan dengan Perjanjian Baru” . Namun demikian seperti yang telah diterangkan diatas, banyak konsep yang tertulis pd surat-surat Paus bertentangan dengan Perjanjian Lama. yang harus ditekankan disini tetapi adalah fakta bahwa ajaran-ajaran Yesus itu tidak ada yang bertentangan dengan apa yang ada di perjanjian Lama. Bahkan Yesus sendiri menyatakan:

“Think not that I am come to destroy the law, I am not come to destroy, but to fulfil” #96 (The Bible, Mathew 5:17-18)

Berdasarkan fakta diatas, maka bukan hal yang aneh jika banyak ilmuwan (scholars ) terkemuka yang secara terang-terangan menentang konsep ganda seperti Trinitas. Kelompok ilmiwan kristen yang lebeih dikenal sebagai Kelompok “Unitarians” hanya mempercayai konsep Ke Esaan Tuhan, dan menentang penggunaan kata “Anak”. Kelompok ilmuwan ini antara lain adalah Iranaeus, Diodorus, Lucian and Arius.

Iranaeus (130-200 A. D.), yang dihukum mati pd th 200 A. D., secara sengit menentang Paus yang menyuntikan filosofi Pagan (jahiliah) dan Platonic kedalam ajaran Kristen .

Lucian yang karena kepercayaanya juga dengan sadis dihukum mati pd th 312 A. D. menentang tendensi pengartian Kitab Suci dengan memakai simbol-simbol dan mitos-mitos. Dia hanya percaya bahwa Yesus adalah lebih rendah dari Tuhan.

Arius (250-336), murid besar Lucian, merupakan pengeritik besar dari Gereja Pauline.

Ajaran “Unitarian” kristen ini terus berkembang dan dilanjutkan ilmuwan-ilmuwan beasr ternama . Dalam Catatan sejarahnya, Sir Isaac Newton (1642-1727) memberikan pernyataan thd konsep trinitas sbb:

“Let them make good sense of it who are able. For my part I can make none.” #97 (Biarkan mereka menerima ajaran itu bagi yang bisa, untuk ku aku tidak bisa melakukan itu) (Anti-Trinitarian Biographies III, A. Wallace, page 428)

Joseph Priestly (1733-1804), sang penemu oxyangen, juga menentang Trinitas dan menyatakan bahwa Yesus adalah seorang manusia biasa.. Para ilmuwan lain yang mengikuti jejak ini termasuk Milton (1608-1674), William Channing (1780-1842) , serta John Locke (1632-1704).

Gereja bukanlah konsep yang didirikan oleh Yesus. Beliau tidak pernah sekalipun membangun konsep hirarcy tentang Pastur atau Pendeta, yang bertindak sebagai mediator antara manusia dan Tuhan. Tetapi Gereja sekarang mengajarkan kpd pengikutnya bahwa penebusan dosanya akan diterima jika mereka melakukan apa yang Gereja katakan saperti itu . Dari mana Gereja mendapatkan Autoritas ini? Penolakan tentang berlakunya otoritas Gereja itu sekarang ini terjadi dengan sekala yang luar biasa besarnya melebihi penolakan thd Gereja yang pernah terjadi sebelumnya. Titik tolaknya terjadi th 1755 dimana saat itu terjadi gempa bumi di Lisbon yang menewaskan ratusan orang kristen yang sedang mengikuti misa di Gereja, bersamaan dengan lahirnya zaman baru yang disebut “The Age of Reason”. Kejadian ini telah menjadikan konsep “Penebusan dosa atau penyelamatan (salvation) mengalami penyerangan tidak percaya yang begitu dahsyat #98 (The Case against God, Gerald Priestly, page 16)

Iklan

Tentang imanuddin87

muslim
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s